Cerita
HORROR
today : | at : | HorrorMode : ON
> / home / facebook / twitter / gplus / follow blog /
Title Publisher Comments Modified Category

Istriku Pemuja Pesugihan Pocong Iblis Baik Hati 124 08.09

Filename Istriku Pemuja Pesugihan Pocong
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 08.09
Category
Action

Siang itu, warung soto Akmadi yang ada di Kota Mojokerto ramai sekali. Pada jam makan siang, warung makan yang letaknya cukup dekat dari Alun-Alun Kota Mojokerto memang selalu penuh sesak pembeli. Mereka yang makan tidak saja dari orangorang tua, namun, ada juga keluarga muda, bahkan anak-anak yang masih remaja juga ikut menikmati lezatnya warung soto Akmadi.

Jika sudah begitu suasana menjadi riuh seperti di pasar. Sambil makan, tidak sedikit dari pembeli yang asyik bercanda dan bertelepon ria. Bahkan ada yang fotofoto sambil menunggu pesanan yang belum datang.
pesugihan pocong
Saat potret memotret, tidak ada yang menghebohkan dan hasilnya biasa saja. Konon, justru setelah tidak berada di warung milik Akmadi peristiwa aneh itu baru terjadi. Saat hasil fotonya dilihat di

layar tampak keanehan, yaitu salah satu yang dipotret itu ternyata seperti sedang di pangku sesuatu yang aneh berwarna putih menyerupai wujud pocongan. Dari beberapa pemotretan hanya sebuah foto

yang menampakkan gambar seperti itu.

Berita foto penampakan orang yang dipangku pocongan tersebut ternyata cepat menyebar, termasuk gambarnya juga menyebar dari handphone ke handphone lain. Setelah kehebohan itu, justru malah

ada beberapa orang yang mengaku melihat penampakan pocongan yang sedang memangku seorang pembeli saat mereka berada di warung tersebut. Herannya, setelah ada peristiwa itu, justru yang lain malah ikut-ikutan menambah-nambahi.

Ada lagi yang menyebutkan jika orang yang sering makan di warung tersebut bisa-bisa akan dijadikan tumbal pesugihan pocong. Tak menunggu waktu lama, akibatnya isu itu warung makan milik Akmadi sepi pembeli.

Akmadi yang merasa tidak melakukan apa-apa dan tidak mengetahui isu pesugihan itu, menjadi heran sendiri. Hari itu, tidak ada seorang pembeli pun yang makan di warungnya. Kemarin masih ada satu-dua orang pembeli, namun sekarang tidak ada sama sekali yang mampir di warungnya. Istrinya yang biasa membantu melayani pembeli sudah pulang terlebih dulu, mungkin karena warungnya sepi.

Akmadi merasa lelah sekali hari itu. Jika dulu badannya lelah karena melayani pembeli, sekarang badannya lelah menunggu pembeli yang tidak ada satupun yang datang. Capek melayani pembeli

membuat hatinya senang. Tapi capek karena tidak ada pembeli tidak hanya membuat badannya yang lelah, tapi hatinya juga merasa nelangsa.

Dalam hati, lelaki ini terus bertanyatanya, ada apa ini, kenapa hanya dalam waktu tidak sampai seminggu warungnya menjadi tidak ada pembeli sama sekali?

Malam itu, sebelum menutup warungnya, Akmadi sudah bertekad akan mencari jawabannya. Ia akan menanyakan hal itu kepada salah seorang temannya, yang sama-sama membuka warung di sekitar

situ.

Dulu, warung soto milik Akmadi yang ada di Kota Mojokerto itu tak pernah sepi pembeli. Setiap kali dibuka mulai pukul 09.00-21.00 WIB, warung itu selalu ludes diserbu pembeli yang ingin menikmati

sotonya yang sebenarnya banyak terdapat di tempat lain. Warung soto milik Akmadi seolah menjadi ciri khas Kota Mojokerto.

Orang-orang dari luar Kota Mojokerto juga banyak yang mengenal dan suka makan di warung sotonya jika kebetulan melintasi Kota Onde-Onde ini. Di samping rasanya yang memang enak, harganya

juga terjangkau. Begitu rata-rata alasan pelanggannya.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Akmadi menutup warungnya. Ia menyempatkan keluar sebentar untuk menengok ke kanan dan kiri, barangkali ada calon pembeli. Tapi, malam itu memang kelihatannya

tidak ada seorang pun yang akan mampir di warungnya. Ia melihat beberapa warung yang menyediakan menu lain, selain soto, telah tutup dan hanya warung milik Tono, penjual sate ayam yang masih buka.

Sebelum menutup warungnya, Akmadi sempat menarik nafas dalam-dalam sembari berucap dalam batin, mungkin sepinya warung soto ini adalah cobaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Sebab, dulu

sewaktu warungnya ramai ia lupa bersyukur atau kurang bersyukur. Karena itu ia harus tabah dan sabar dalam menghadapinya.

Dengan sabar, ia yakin tidak akan membuat hatinya semakin gelisah Malam itu, usai menutup warungnya,

Akmadi mendatangi Pak Tono, penjual warung sate ayam yang masih satu deretan dengannya. Ia berkeluh kesah kepada temannya yang asal Madura itu tentang warungnya yang tiba-tiba menjadi sepi

pembeli.

“Jadi kamu sendiri belum mendengar tentang isu mengenai warungmu, Di?” Tanya temannya tersebut.

“Belum, memangnya ada apa, No?”

Akmadi balik bertanya. Tono akhirnya menceritakan apa yang didengarnya secara terperinci. Mulai dari

foto salah seorang yang katanya dipangku pocongan sampai warungnya yang sewaktu-waktu bisa minta tumbal. Tak hanya bercerita, Tono juga menunjukkan gambar seorang gadis yang katanya dipangku pocongan lewat telepon genggamnya.

Mendengar cerita itu, Akmadi hanya geleng-geleng kepala sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam. Tapi, saat ditunjukkan gambar gadis yang katanya dipangku pocongan, Akmadi kurang yakin jika gambar itu diambil di warungnya.

Sebab, latar belakangnya tidak jelas dan bisa saja foto itu hasil rekayasa seperti fotofoto artis yang sering didengarnya di berita infotaiment di televisi. Ia yakin bahwa isu itu dihembuskan orang yang tidak senang pada warungnya. Tapi, siapa yang tega melakukannya?

Malam itu, dengan perasaan galau Akmadi pulang ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki. Barang dagangannya ditinggalkan begitu saja di warungnya, tanpa ada yang dibawa pulang.

Seperti biasanya Ia masuk ke dalam rumahnya yang sudah sepi dan pintunya tidak dikunci.

Mungkin istri dan anaknya yang sudah berumur 7 tahun sudah ketiduran sehingga sampai lupa mengunci pintu rumah, batin lelaki ini. Tapi, sampai di ruang tengah dan di dekat kamar yang biasa digunakan untuk menaruh barang-barang,Akmadi mendengar sesuatu yang aneh. Suara itu lirih sekali, tapi ia seperti mengenali siapa yang menguncapkan kata-kata yang berulang-ulang menyerupai pembacaan mantera itu.

“Kadang jin mayit, kadang jin duit! Kadang jin mayit, kadang jin duit!” begitu kalimat itu terdengar sampai berkali-kali. Tiba-tiba datang hembusan angin yang entah dari mana asalnya.

Akmadi yang sedang mendekati ruangan itu sampai dibuat merinding bersamaan dengan datangnya tiupan angin tersebut. Sementara dari dalam kamar, Akmadi masih mendengar suara yang mengucapkan mantera berulang-ulang itu. Tiba-tiba lagi terdengar suara seperti benda jatuh. Setelah itu suasana kembali sunyi.

Saat Akmadi memberanikan diri untuk mengintipnya, ternyata di dalam kamar istrinya sedang menghadapi sebuah benda yang terbungkus kain putih meyerupai wujud pocongan.

Tak kalah kagetnya, saat benda menyerupai pocongan itu dibuka ternyata di dalamnya berisi uang tunai yang jumlahnya menggiurkan saking banyaknya. Akmadi seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tapi, rasa penasaran membuat keberaniannya muncul untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan istrinya.

“Apa yang kamu lakukan, Sri?!” tanya

Akmadi menyebut nama panggilan istrinya yang bernama lengkap Sriatun itu.

Sri terkejut, namun cepat-cepat wajahnya berganti dengan senyuman begitu mengetahui yang datang adalah suaminya.

“Kita kaya raya, Mas! Kita kaya raya, Mas! Lihat ini, semuanya adalah uang!

Tidak apa-apa warung soto kita sekarang sepi, tapi sekarang kita bisa menjadi kaya raya dengan uang ini!” Ucap istrinya menyakinkan Akmadi.

“Jadi selama ini diam-diam kau memuja pesugihan pocong, Sri? Berarti benar apa yang diisukan orang-orang tentang warung soto kita, Sri?!” Tanya Akmadi seolah masih belum percaya dengan apa yang dilakukan istrinya.

Sriatun tidak menjawab pertanyaan suaminya. Ia diam seperti mengiyakan atas semua yang telah terjadi. Akmadi sempat tidak setuju dengan apa yang dilakukan istrinya yang menghalalkan segala cara

untuk mendapatkan kekayaan. Ia takut bahwa semua itu akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik, membutuhkan tumbal misalnya. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, sebab semua sudah

dilakukan istrinya tanpa sepengetahuannya. Dan, penyesalan itu semakin mendalam saat anak semata wayangnya meninggal di jalan raya akibat ditabrak kendaraan bermotor sepulang dari sekolah. Akmadi

sempat menduga, jangan-jangan itu akibat tumbal bagi mereka yang memuja pesugihan pocong? Tapi, pikiran itu sirna saat ia hanyut dalam kenikmatan yang dihasilkan dari memuja pesugihan pocong yang dilakukan istrinya.

Konon, selain bisa menarik harta benda secara langsung yang menyerupai pocongan, mereka yang menganut pesugihan pocong juga ikut terbantu jika mempunyai usaha warung makanan, dagang dan sejenisnya. Caranya, pocong pesugihan itu bisa menarik pelanggan.

Pelanggan bisa merasa nyaman, betah, dan ingin kembali ke tempat yang diikuti pocong pesugihan.

Tapi apa yang dilakukan Sriatun, istri Akmadi, tentu saja tak sebanding dengan resiko yang harus mereka tanggung. Kenikmatan duniawi yang mereka reguk akan sirna dalam sekejapan mata. Tapi siksa dikemudian hari harus mereka tanggung sepanjang masa. Sebuah perbuatan tercela yang tak pantas untuk diikuti.

sumber: www.majalah-misteri.net

Gangguan-Gangguan di Asrama Putri Iblis Baik Hati 15 08.03

Filename Gangguan-Gangguan di Asrama Putri
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 08.03
Category
Action

Hai, saya Rhien. Ini pertama kalinya lho saya berbagi cerita di sini. Saya ingin berbagi cerita dengan teman-teman, sebuah cerita yang sederhana tapi sempat membuat saya sedikit merasa tertekan juga. Cerita ini berawal pada bulan Juli 2012. Saat itu saya tengah mencari pekerjaan part time disela-sela waktu kuliah saya, maklum sebagai mahasiswa tingkat akhir aktivitas akademik saya hanya mengerjakan skripsi dan alhamdulillah akhirnya saya mendapat pekerjaan sebagai wali asuh disebuah asrama sekolah di daerah Bandung. Jam kerja di asrama tersebut dimulai dari jam tiga sore sampai dengan keesokan pagi, dan setiap wali asuh harus tinggal di asrama tersebut.

Asrama itu adalah asrama putri. Ketika itu ada empat orang wali asuh di sana dan beberapa pengurus asrama. Di asrama itu ada sembilan bangunan yang letaknya saling terpisah satu sama lain, dan kamar wali asuh berada di bangunan ke lima (dalam hitungan posisi yang saya buat). Asrama itu memiliki halaman yang cukup luas, suasana di sana sangat sunyi sekali. Jangankan malam hari, pagi dan siang hari pun benar-benar sepi. Selama saya bekerja di sana, jarang sekali saya melihat warga sekitar yang berlalu lalang. Rumah-rumah yang ada di sekitar asrama memiliki pagar yang tinggi, sehingga agak sulit untuk melihat rumah tetangga.

Saya sempat mendengar bahwa asrama putri tersebut sebetulnya adalah sebuah villa keluarga. Villa tersebut dijual oleh pemiliknya kepada pemilik yang sekarang. Pada awalnya saya tidak menemukan hal-hal yang aneh di sana, meski jujur hati saya sebetulnya sangat tidak nyaman tinggal di tempat seperti itu. Tempat yang agak sulit akses transportasi, tidak ada angkot, hanya ada ojeg, itupun harus berjalan cukup jauh untuk menemukan ojeg itu. Kejadian-kejadian aneh mulai terjadi ketika menjelang pertengahan bulan Ramadhan  (Agustus 2012). Entah kenapa diantara keempat wali asuh yang ada di sana, saya adalah wali asuh yang mendadak sulit tidur. Udara di sana sebetulnya sangat dingin, terlebih jika malam tiba. Akan tetapi setiap waktu tidur tiba, badan saya justru sering kali berkeringat.

Keempat wali asuh tidur dalam satu kamar. Entah pada malam keberapa ketika saya mencoba untuk memejamkan mata, tiba-tiba saya terhenyak, saya mendengar suara orang bercakap-cakap di depan kamar wali asuh, percakapan dalam bahasa yang saya sendiri tidak mengerti bahasa apa itu. Percakapan itu terdengar jelas sekali. Awalnya saya berpikir mungkin itu hanya halusinasi pendengaran saya saja, akan tetapi semakin saya dengarkan suara itu semakin jelas dan beberapa menit kemudian menghilang.

Saya terbangun, sementara ketiga rekan saya masih tertidur lelap. Saya lihat jam di HP, waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 01.15 WIB dini hari. Saya berbaring kembali dan ketika saya mencoba tidur, kali ini saya mendengar suara pintu berderit, lalu suara seperti orang yang tengah memukul-mukulkan palu. Suasana di asrama benar-benar hening, dan suara-suara itu begitu jelas terdengar. Belum lagi lolongan anjing dari bukit di belakang asrama yang banyak ditumbuhi rumpun-rumpun bambu dan semak-semak. Akhirnya hingga subuh tiba saya tidak bisa tidur.

Saya berusaha diam, tidak menceritakan apapun kepada rekan-rekan saya. Apalagi kepada anak-anak di asrama. Tapi malam demi malam saya lalui selalu dengan kondisi seperti itu. Suara jeritan perempuan, ketukan di jendela kamar, hingga suara benda yang jatuh begitu mengganggu malam-malam saya.

Ternyata tidak saya saja yang mulai terganggu dengan hal-hal aneh itu. Rekan saya pun mulai merasakannya. Pada suatu malam, tepat jam 00.30, entah ada apa tiba-tiba sebuah benturan keras terdengar dari depan jendela kamar kami. Saya dan rekan saya terbangun, rekan saya nampak terkejut, wajahnya pucat pasi. Saya berusaha menenangkan, akhirnya saya memilih untuk tetap terjaga dan membaca Al-Qur’an. Suara benturan sebanyak tiga kali terdengar, dilanjutkan lagi oleh suara gemericik air dan derit pintu. Padahal kamar mandi berada di luar, cukup jauh dari kamar kami, kamar mandi itu ada di bangunan keempat, tepat di seberang bangunan dimana kamar kami berada.

Keesokan harinya seorang penghuni asrama kerasukan. Sore harinya teman sekamarnya juga ikut kerasukan. Pihak asrama memanggil ustadz dan berdasarkan keterangan dari anak yang kerasukan itu, dia sering kali melihat harimau berwajah manusia berkeliaran di halaman asrama. Dia juga sempat melihat ada bayangan hitam besar yang duduk di ruang TV (ruang TV ini sebetulnya bukan sebuah ruangan, tapi balkon asrama di lantai satu) dan pada malam itu, istri dari petugas bersih-bersih asrama pun ikut kerasukan selepas pulang dari ruang laundry, jam 01.00 malam.

Saya mencoba mencari tahu tentang asrama itu, dan ketika saya bertanya kepada juru masak yang ada di asrama, beliau bercerita bahwa sebelum menjadi asrama, tempat itu memang adalah sebuah villa. Akan tetapi villa itu dijual karena salah satu penghuninya, seorang perempuan bunuh diri dengan menggantung diri di ruangan depan yang berada di bangunan ke dua. Setelah peristiwa itu, villa ini dijual kemudian dibeli oleh pemilik villa yang sekarang.

Masih menurut juru masak di asrama, beliau bercerita bahwa di pohon yang memiliki buah kuning kecil (entah itu pohon apa, pohon itu ada di luar pagar asrama bagian belakang), sering kali ada sosok perempuan yang duduk, dan tepat di dekat pohon itu, ada pohon durian dan di sana pun sering kali ada seorang kakek bersorban putih, berjanggut panjang menampakkan diri bahkan ikut sholat di mushola asrama. Lalu, di atas atap ruang laundry pun sering kali ada sosok besar hitam duduk dengan manisnya hampir setiap malam.

Kepala asrama pun sempat mendengarkan suara orang batuk-batuk semalaman di mushola yang menempel tepat dengan rumah tinggal beliau, bahkan satpam asrama yang berjaga full 24 jam selama musim libur lebaran tiba, diikuti oleh sosok perempuan berambut panjang tergerai ke arah dapur.

Saya baru tahu cerita tersebut setelah hampir dua bulan bekerja di sana. Kejadian aneh pun satu per satu terjadi. Anak yang kerasukan hingga meraung-raung dan mencakar-cakar begitu mengganggu ketenangan di asrama, dan selepas lebaran, anak itu memutuskan untuk berhenti sekolah dan berasrama di sana. Ia memilih untuk kembali ke daerahnya di Kalimantan. Kejadian-kejadian yang mengganggu itupun baru menghilang setelah rekan saya membeli garam bukit. Garam bukit itu adalah butiran garam yang memang berfungsi untuk menangkal gangguan-gangguan dari makhluk-makhluk halus. Entah apa kabarnya kondisi asrama hari ini. September lalu saya memutuskan untuk berhenti bekerja di sana, fokus menyelesaikan penelitian skripsi saya dan kini, setidaknya saya sudah bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan apapun.

Pendakian Gunung Lawu Thn 2000 Iblis Baik Hati 12 08.06

Filename Pendakian Gunung Lawu Thn 2000
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 08.06
Category
Action

Waktu itu, angkatan senior saya (sebut saja namanya Mahmud) mempersiapkan pendakian. Lantaran tujuannya semi refreshing menjelang UAS, mereka memilih gunung yang relatif gampang. Untuk itulah, gunung Lawu menjadi tujuan. Sebagai informasi, gunung di perbatasan Jateng-Jatim itu menjadi ajang latihan sebuah korps pasukan elit kebanggaan bangsa ini. Wajar saja kalau jalurnya relatif damai & bersahabat karena setiap tahun selalu diperbarui. Beda dengan Ciremai di Jawa Barat, Slamet di Jawa Tengah, atau Semeru di Jawa Timur. Di ketiga gunung itu, pendaki biasanya mengikuti jalur air karena itulah jalur yang tersedia secara alami. Jalur lain biasanya harus membuka sendiri atau mengikuti bekas jalur dari kelompok lain.
Mahmud dan rekan-rekan semuanya berlima. Biasanya jumlah rombongan naik gunung selalu genap, karena ada semacam pantangan untuk jumlah anggota ganjil. Katanya nanti jumlah rombongan akan digenapi oleh makhluk astral. Tapi saat itu mereka cuek karena memang tidak berniat buruk. Lagipula, gunung adalah ciptaan-Nya yang selalu tersedia untuk dikagumi. Kenapa harus pusing dengan segala macam pantangan? Begitu mereka berpikir. Mereka memang datang dari keluarga dengan latar religi yang cukup kokoh. Mahmud menempuh pendidikan pesantren saat usia SD, sementara Leki — teman sekosan Mahmud yang juga ikut saat itu — adalah anak seorang pemuka agama di Kabupaten paling selatan di DIY.
Sementara ketiga personil lain mahasiswa biasa. Tarso adalah teman seangkatan Mahmud beda jurusan yang lebih sering nongkrong di sekre sampai malam sambil membunyikan gitar dan menenggak minuman dari botol bergambar pria bertopi. Mahmud jarang mengikuti kegiatan lapangan meski juga anggota. Capung anggota mapala dari divisi panjat. Ia lebih sering mengakrabi dinding dan tebing ketimbang pendakian yang menghabiskan waktu minimal 2 hari. Personil terakhir, Anto, seorang mahasiswa galau yang selalu asyik menembak cewek tanpa pernah diterima. Ia sedivisi dengan Capung.
Mereka berangkat dari kota pelajar sabtu siang. Masa itu perkuliahan masih senin-sabtu, tidak seperti sekarang yang hanya 5 hari. Tujuannnya adalah base camp Cemara Kandang, yang letaknya kira-kira 5 km di atas obyekwisata Tawangmangu. Setiba di basecamp menjelang magrib, kondisinya terbilang sepi. Hanya ada 1 rombongan lain dari Jatim yang juga akan mendaki. Lantaran saat itu kebetulan sedang bulan puasa, Mahmud dkk memutuskan berangkat setelah berbuka. Sementara untuk tarawih dan makan besar akan dilakukan di pos 2, yang biasanya tersedia air. Maklum, mendaki dengan perut terisi penuh setelah berbuka sangat tidak dianjurkan dari segi kesehatan. Bisa-bisa terjadi kram karena tenaga terbagi-bagi antara sistem pencernaan dengan sistem gerak.
Mereka berbuka dengan roti dan minuman hangat, lalu segera beranjak dari basecamp sebelum waktu isya. Perjalanan cukup lancar. Sejam berlalu, sampailah mereka di pos 2 alias pos air terjun/pos kawah. Lawu memang tidak memiliki kawah di puncak, melainkan di lerengnya. Di sana mereka membuka nasi bungkus yang dibeli dari warung di dekat basecamp. Usai makan, Leki mengajak menunaikan shalat isya sekaligus tarawih. Shalatlah mereka berlima dengan outfit lengkap (sepatu, slayer di leher, jaket) Gunanya jelas menahan dingin. Jangan heran, saat kemarau suhu lereng gunung bisa lebih dingin ketimbang penghujan karena angin kemarau lebih kencang.
Shalat isya dipimpin Mahmud dan ia akhiri dengan salam, seperti biasa. Saat itu tidak ada keanehan. Berikutnya 4 rakaat pertama tarawih dipimpin oleh Leki. Saat ia mengucap salam, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh ikut mengucap salam di belakang shaf makmum. Suaranya seperti sangat banyak, sampai seramai jamaah shalat ied. Leki segera berbalik dan menghadap teman-temannya. Namun yang ia lihat ya hanya para personil pendakian. Di belakang mereka tidak ada siapa pun, hanya gelapnya hutan tanpa cahaya. Tarso, Capung, dan Anto, saling berpandangan dengan gemetar. Mereka bertiga memang bukan divisi gunung hutan, jarang menghadapi kondisi alam secara langsung. Baru kali itu mereka mengalaminya, biasanya hanya mendengar dari cerita-cerita.

Anak Kecil di Toilet Kantorku Iblis Baik Hati 11 08.00

Filename Anak Kecil di Toilet Kantorku
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 08.00
Category
Action

Halooo Kismis mania balik lagi dengan tyo di sini,,kali ini gw mau ceritaain kejadian baru semalem dan masih anget heheheeh,,tapi ini yg ngalamin bukan gw tetapi cew gw di kantornye yang pernah baca tulisan gw yang ” akibat lebur” pasti tahu gimana seremnya kantor cew gw,,oke langsung aje ke kantor??? ohh upps ke ceritamaksudnya..
Oke di sini gw cerita mengantikan posisi sebagai cew gw waktu semalem ,,
Jam menunjkan pukul 19.00 wib , di ruanga kantor gw cuma ada 2 -3 orang yg masih terlihat masih berkerja ,,kerjan gw sudah hampir selesai hanya beberapa yg masih salah jadi gw print ulang dan tiba2 cow gw sms ” pulang jam brapa? hun” gw bales nanti sedidit lagi,,meja kantor gw sedikit berantakan di saat meraikan meja tiba2 dring tllp berbunyi kringgg!!…kringg!!! ” haloo jawab ku mau makan apa ry? ( tanya security di kantor gw ,karna jika lewat jam 7 malam dapat jatah makan,,,gw jawab nasi goreng aja pak,,ok jawab security ..gw tutup telp dan kembali membereskan pekerjaan dan meja gw…jam menunjukan 19.10 tiba=tiba bulu kudu gw merinding ngga tahu kenapa ,,oiya sekedar infon meja gw itu posisinya deket pintu masuk toilet dan pantry,,back story…gw pun membuang kertas hasil kerjaan yg salah sambil menyobek menjadi kecil dan ada pula yang gw lecek-lecek  tiba-tiba  JJREENGG!!!…sekelebat anak kecil masuk ke toilet dengan dasater putih sangat jelas,,gw cuma terdiam berharap ada security yang ke ruanganya atau sekedar lewat,,tapi yaa tuhan suasana semakin hening karna posisi ruang gw  palig belakang dan mojok ,,,jalan satu2nya gw cuma nunduk untuk menghalangin pandangan mata gw ke toilet,,,biar menghilangkan rasa takut gw buka FB dan chat sama teman dan tiba2  bulu kudu gw berdiri hebat   gw  juga nga tahu kenapa perasaan ada sesuatu di belakang gw dengan tampilan layar computer  gw coba lihat dari pantulan layar oh my god tuh anak kecil ada di belakang gw sambil mangguk2 palanye mukanye setengah terlihat karna di halangi rambutnya dengan cepat gw ganti tampilan layar computer gw dengan warna putih agar nga ada pantulan bayangan lagi,,,slama-lama semakin dingin asmping kiri gw tuh anak maju hingga tepat di samping gw dengan samar2 gw coba melirik ASTAGA!!!.. tuh anak melotot tepat di samping kuping gw ,,,dengan muka hitam mata putih dan rambutnya tergerai-gerai ketiup angin uda RA ac…pengen banget rasanye teriak tapi serasa kaku bgt mulut tuk biacara,,,gw baca2 sebisa gue sambil meraih kusor di komputer buat nyalahin winamp dng volume full tapi berat banget tangan kala itu,,,sampai akhirnya makanan dateng tapi bukan satpam yang  ngater melainkan temen kerja gw sebut aja bang ali,,”ry ni nasi lu..syukur abang dateng klo nga gw uda di makan tuh setan kali” dengan muka bingung bang ali bertanya mang lo lihat di mana ?  terus gw bilang tuh di tempat abang diri” alaah busett!! kata dia yang bener lo barusan di sini tapi pas abang dateng hilang,,,,” ya uda gw temenin lo makan”….sambil makan bang ali menceritakan berbagai kejadian mistis dari yg pernah dia alamin sampai security yang berjaga,,yang gw tangkep cuma 1 cerita dari bang ali di mana waktu itu malem jumat keliwon ada security sebut aje asep..nahh si asep ini emang dari siang buang2 air terus pas jam 11 maelm dia pamit ama temen satu shiftnya  pas di pintu toilet dia lihat bapak2 masuk dia pikir bapak iwan orang lapangan yang belum pulang,,pas dia masuk baru buka pintu JRENGGG  ada sosok tinggi perutnya gendut  dengan mata melotot hampir keluar seketika asep pun pingsan dan di temukan oleh temen 1 sihft nya 1 jam  kemudian,,,sehabis makan bang ali pun kedepan dan gw buru2 mebereskan meja tiba2 kran weatafel berbunyi di toilet tetapi gw tidak  takut karna gw pikir itu security kali abis makan cuci tangan lewat pintu belakang yg berhubungan dengan toilet,,dan gw pun kebetulan kebelet pipis,,pas di depan pintu toilet dengan bayang yanga ada gw lihat ke toilet cow itu ada security  lagi gendong anak kecil yang tadi dan si anak itu nengok ke gw perlahan2 astaga!!! karna pintu toilet itu pakai kaca buram jadi bisa terlihat tembus dikit,,,astaga gw  lari  secepetnya ke depan,,,sampe di depan ada bang ali yang tadi terus dia bilang gini kenape ry? ” ketemu lagi lo? gw bilang au ahh!! sambil absen pulang ,,,dan keluar pintu uda ada cow gw lagi nunggu..

Hantu Sopir Angkot yang Jahil Iblis Baik Hati 5 07.55

Filename Hantu Sopir Angkot yang Jahil
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 07.55
Category
Action

Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu sob, sebutlah si dody ( nama samaran ) dia masih terhitung pernah jadi temen kecil saya, berhubung kita beda komplek dan orang nya cukup pendiam jadi biar saling kenal juga kalau pas ketemu juga paling say hello aja sob, si dodi ini anak laki laki satu satunya di keluarganya dan untuk menopang hidup nya setelah ortunya pensiun dari angkatan darat, bapak nya dia beli angkot dan buka warung di rumah nya, sejujur nya saya setelah selepas remaja ga begitu banyak tau tentang kawan ku yang satu ini,  selain dulu aja pernah satu SD dengan adik perempuan nya, selebih nya saya ga pernah tau lagi mengenai kawan ku yang satu ini selain dia sering jadi supir angkot  miliknya  sendiri

Pada suatu hari yang naas kawan ku ini dia melintasi rel kereta api tanpa palang pintu di daerah stadion lapangan bola, arah jalan keluar yang tak jauh dari komplek, ya mungkin udah takdir nya dia sob, kawan ku ini saat mau narik angkot nya dia  malah ketabrak kereta api, dan akhir nya dia pun meninggal di tempat kejadian

Biasa nya orang yang meninggal secara tragis dan tiba tiba atau ngedadak, ya sebutlah seperti kecelakaan atau artinya meninggal secara penasaran karena saat moment moment dia mau di cabut nyawanya, orang yang mengalami hal seperti ini mungkin saja dia masih merasa ada di dunia, dan mungkin juga ada tujuan atau beberapa urusan yang belum di selesaikan. makanya  biasa nya suka jadi. Ya jadi gentayangan.atau, ada saja cerita yang menyeramkan berkembang mengenai sikorban. seperti  hal nya kawan ku yang satu ini sob

Setelah di hari  yang naas menimpanya otomatis beberapa warung kopi yang tak jauh dari sekitar lokasi kejadian banyak memilih untuk tutup alias ga berjualan, bisa di tebak kenapa?? Ngerasa serem kali jualan malam,  mana barusan ada yang ketabrak mati
Namun pada suatu malam kalau tidak salah mungkin malam kedua setelah terjadi kecelakaan tersebut, ada salah satu warung kopi yang memilih untuk membuka warung nya sob, saya sendiri kenal ama pemilik warung itu dia dulu bekas tetangga saya waktu saya masih ngontrak di tepi jalan raya dulu

Nah pada suatu malam nih sob, saat kondisi warung sepi, tiba tiba ada seorang pemuda datang dengan tergopoh gopoh ke warung kopi yang tak jauh dari lokasi kejadian, pemuda ini seperti nampak kebingungan sambil memanggil manggil si pemilik warung dia bertanya pak liat angkot saya ngga pak, ber ulang ulang si pemuda ini bertanya ke si pemilik warung, kala itu si pemilik warung masih belum sadar kalau yang bertanya itu adalah korban kemarin yang meninggal kecelakaan tertabrak kereta berikut angkot nya

Pertama yang membuat si pemilik warung gak menyadari hal tersebut, karena si pemuda ini yang meninggal kemarin ga menampakan wujud seram atau berdarah darah dengan muka ancur seperti biasa nya korban kecelakaan Cuma berdasarkan cerita yang di sampaikan pemilik warung si pemuda ini hanya terlihat pucat biasa aja seperti ya kaya gimana orang panik kehilangan kendaraan nya, balik lagi ke cerita pas si pemuda ini nanyain angkot nya..

Hantu ( h ) >>>>>>pemilik warung (pw)

H         “ pak liat angkot saya ngga pak, angkot saya ko ga ada
Pw       gak mas, emang angkot nya hilang di mana
H         saya juga gak tau pak se ingat saya kemarin angkot saya ada di rel kereta api itu,

si pemuda menunjuk ke TKP yang kurang lebih berjarak 15 meter dari warung kopi,baru disini si pemilik warung baru sadar dan teringat mengenai kecelakaan yang merenggut sopir angkot beberapa hari yang lalu

si pemilik warung kala itu se akan akan mulut nya terkunci tidak bisa lagi meneruskan percakapan dengan si pemuda tersebut hanya menganga sejadi jadi nya aja  yang kemudian di barengi dengan hilang nya si pemuda secara tiba tiba dari hadapan nya.
kemudian gak perlu pake lama dia si pemilik warung kopi langsung secepat kilat menutup warung kopi nya malam itu.dan hampir 2 bulan kios nya di tinggalin begitu aja,  ga jualan jualan lagi.

Nightmare Iblis Baik Hati 6 07.51

Filename Nightmare
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 07.51
Category
Action

Kali ini aku kembali mencoba menulis cerita. Jika tulisan saya berantakan, harap maklum. Semoga anda terhibur.
Hahaha…. Ayo teman-teman, kita berpesta!!!
Alunan musik yang rock abizz memang cocok untuk pesta kali ini. Kami merayakan pesta ulang tahun band kami yang ke-13, yang dirayakan di tempat karaokepaling terkenal di negeri ini yang sudah kami sewa sebelumnya. Selain aku dan keempat personil band, kami juga mengundang kerabat dekat masing-masing dan tidak lupa 130 fans yang beruntung, karena telah memenangkan sayembara yang kami buat.
“Hey world! Hey everybody. I am very happy today. Thanks because you come to this place. I wish we will doing this every year! This is our party. This is our happiness. This is our time. Let’s move your body!!!”
Pesta yang berlangsung sangat meriah itu berakhir pada pukul 2 pagi. Aku dan keempat personil band kami pulang paling akhir, untuk menghormati kawan-kawan lainnya. Akhirnya, kami bisa pulang. Kami pulang sendiri-sendiri. Aku mengendarai mobil yang baru kemarin aku beli. “ Uaaaaahhhhaah.” Meskipun sangat mengantuk, tetap kupaksakan untuk pulang saat ini juga. Aku ingin segera terlelap di tempat tiurku yang nyaman.
Baru setengah perjalanan, tiba” ada seorang nenek-nenek yang hendak menyebrang. Mataku yang merem melek merem melek tidak bisa ku ajak kompromi. Dan, tabrakan pun tak terhindarkan. Nenek itu jatuh terjerembab di jalan, dengan darah segar yang mengucur deras dari kepalanya. Aku langsung tersadar. Rasa kantukku pun langsung hilang. Aku sangat panik. Mumpung belum ada orang, aku injak gas kuat-kuat, ngebut untuk bisa sampai di rumah secepatnya.
Sesampainya di rumah, mobil sengaja tak ku masukkan ke dalam garasi. Aku langsung masuk ke rumah dan menuju ke kamar. Peristiwa tadi masih terngiang dalam pikiranku, namun karena aku sudah sangat mengantuk kuputuskan untuk tidur saja.
Esoknya kami seperti biasa, mengadakan konser. Semua baik-baik saja, hingga pada malam harinya, aku bermimpi bertemu seorang nenek-nenek yang berambut putih panjang, bajunya lusuh, namun wajahnya tidak terlihat. Dia hanya berdiri mematung, tidak bergerak sedikitpun, dan aku pun sama.
Pada pagi harinya, aku berlari pagi. Dan, hari ini pun aku menjalaninya masih dengan biasa-biasa saja, tidak ada kejadian yang aneh, dan mimpi tadi malam sengaja tak ku ceritakan pada teman-teman, toh hanya bunga tidur. Malamnya aku tidur, dan aku bermimpi aneh itu lagi. Kali ini, nenek itu memperlihatkan wajahnya. Dia tersenyum menyeringai kepadaku. Tatapan matanya tajam, seolah menampakkan kebencian yang sangat kuat yang ada dalam dirinya.
Aku terbangun, dengan keringat membasahi tubuhku. Siangnya sehabis konser aku ceritakan semua peristiwa yang aku alami mulai dari menabrak seseorang hingga bermimpi aneh itu. Semua temanku terdiam, atau mungkin ketakutan. Namun yang pasti mereka tidak bisa memberi jawaban mengapa diriku bisa mengalami semua kejadian ini. Apa mimpi itu ada kaitannya dengan nenek yang aku tabrak??
Entahlah…
Saat hendak tidur aku merasa tidak enak, sangat tidak enak. Aku cemas akan sesuatu, namun aku tidak tahu apa yang aku takuti. Akhirnya aku bisa tertidur, dan, aku bermimpi aneh itu lagi. Kali ini, mimpiku lebih menyeramkan daripada sebelumnya. Nenek-nenek yang sedari kemarin muncul di mimpiku, kini ia muncul lagi, namun dengan membawa pisau ditangannya. Dia menjilati pisaunya itu layaknya sebuah es krim. Aku tidak bisa apa-apa. Aku tidak bisa bergerak.
Hingga aku bangun dari tidurku dan ternyata…..
Dihadapanku sudah berdiri sosok nenek tadi, dan tampangnya sangat menyeramkan!! Kepalanya dipenuhi darah, dan wajahnya sudah rusak. Dia mencocokkan pisaunya ke dada sebelah kiriku, kemudian memasukkannya pelan-pelan,, pelan….pelan… sampai menembus jantungku…sehingga aku bisa merasakan sakit yang luar biasa!!!

5 Folklore Barat yang Terkenal Iblis Baik Hati 4 09.45

Filename 5 Folklore Barat yang Terkenal
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 09.45
Category
Action

1. Phantom Gassers
Juga dikenal sebagai Mad Gasser hantu penyerang ini menyemprot,melumpuhkan dan memuakkan gas ke rumah-rumah penduduk pada malam hari. Para korban tidak dapat bergerak selama sekitar empat puluh menit dan sangat mual. Gasser digambarkan sebagai seorang pria, atau wanita berpakaian seperti seorang pria, mengenakan semua hitam dan gas yang disemprotkan berbau seperti bunga. Polisi menerima lebih dari selusin panggilan dalam menanggapi penyerang ini dan setidaknya dua puluh sembilan korban, yang didominasi perempuan. The Phantom Gasser tidak pernah ditemukan
2. Woman in WhitePad Definisi
Sebuah cerita rakyat dengan banyak variasi. Yang paling terkenal adalah cerita tentang Meksiko La Llorona – Perempuan Menangis. Cerita ini terjadi lama ketika putri India yang cantik, Don a Luisa de Loveros, jatuh cinta dengan seorang bangsawan Meksiko tampan bernama Don Nuna de Montesclaros. Sang putri mencintai sang bangsawan sangat dalam dan memiliki dua anak, tapi Montesclaros menolak untuk menikahinya. Ketika akhirnya Montersclaros meninggalkannya dan menikah dengan wanita lain, Dona Luisa menjadi gila, karena marah dia menusuk kedua anaknya. Pihak berwenang menemukan dia berkeliaran jalan, terisak-isak, pakaiannya berlumuran darah. Dia didakwa dengan pembunuhan bayi dan dikirim ke tiang gantungan. Sejak itu,hantu La Llorona berjalan negara pada malam hari dengan gaun berdarah, menangis keluar untuk mencari anak-anak untuk dibunuh. Jika dia menemukan setiap anak, dia akan membawanya pergi ke ‘bawah’ ,di mana jiwanya sendiri berdiam.
3. Hawaii’s Drowned Boy
Sebuah legenda perkotaan tentang seorang anak muda yang dibunuh karena tenggelam di kolam di Big Island,Hawaii. Menurut legenda, dia sangat marah dan anak itu menghantui kolam, menyeret turun perenang dan menenggelamkan mereka. Tidak ada yang bisa menghentikan pembunuhan yang terjadi, Drowned Boy terus menarik dan menenggelamkan orang sampai akhirnya ia mendapat orang yang membunuhnya
4. Deanna Laney
Pada bulan Mei 2003 Deanna Laney percaya Tuhan memerintahkan dia untuk membunuh anak-anaknya. Laney, yang sangat religius, memiliki serangkaian delusi pada hari pembunuhan. Dia bilang dia melihat Harun dengan tombak, kemudian melemparkan batu, kemudian meremas katak dan percaya Tuhan menyarankan dia harus menusuk atau mencekik anak-anaknya. Dia bilang dia pada awalnya menolak, tapi dia merasa dia harus melakukan apa yang dia dianggap kehendak Allah untuk membuktikan imannya. Seorang juri Texas menemukan Deanna Laney tidak bersalah dengan alasan kegilaan fatal dengan membunuh dua anak muda dengan batu dan melukai ketiganya. Dia menghadapi fasilitas mental dalam kurun waktu yang tidak ditentukan. Dalam kasus serupa, Andrea Yates berpendapat bahwa Setan memerintahkan dia untuk membunuh anak-anaknya untuk menyelamatkan mereka dari hukuman kekal
5. Haunting Smurl
Rumah milik Jack dan Janet Smurl di West Pittston, Pennsylvania, adalah adegan menghantui mengerikan dan menakutkan 1985-1987. Kasus ini mendapat perhatian luas di media. Walaupun rumah pergi melalui tiga eksorsisme dan penyelidikan oleh demonologists Ed dan Lorraine Warren, setan itu menolak untuk pergi. Para hantu dicatat dalam sebuah buku dan digambarkan dalam film kedua bernama The Haunted
By: www.supernaturalwiki.com

SMS Berantai Pembawa Maut Iblis Baik Hati 6 09.43

Filename SMS Berantai Pembawa Maut
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 09.43
Category
Action

Halo , selamat malam semua . Siapa disini yang tidak tahu sms ? Pasti semua tahu bukan atau sering smsan dengan teman , keluarga atau pacar ? semua pasti pernah ya .
Kali ini saya akan menceritakan urban legend yang bisa juga dibilang kisah nyata karena telah memakan banyak korban dan legend tersebut terjadi di Bali . Hal ini meyangkut dengan sms , tepatnya sms berantai . Apa itu sms berantai ? Sms berantai adalah disebarkan kepada orang-orang (kenal maupun tidak) melalui sms  , entah mengenai apa tugas , pengumuman atau hal lainnya . Sms berantai juga bisa disalahgunakan menjadi hal yang negatif contohnya penipuan , itu banyak terjadikan . Oke langsung saja saya ceritakan ya ?!
Entah siapa yang memulai dan menyebar luaskan , sms berantai ini telah memakan korban jiwa , belasan malah . korban memilik umur beragam dari belasan hingga puluhan . Cerita ini saya baca dari sebuah koran lokal di Bali (sekilas) dan hingga saat ini kasusnya tidak terpecahkan oleh polisi . Sms yang dikirimkan oleh nomor yang merahasiakan ini juga tidak bisa dilacak dan tiba-tiba selalu menghilang dari handphone si korban , sehingga identitas pelaku tidak bisa diketahui . Stiap korban yang menerima,membaca dan tidak menyebarluaskan sms tersebut selalu ditemukan keesokan harinya sudah meregang nyawa .
Psikopatkah? atau kiriman santen melalui teknologi ? atau hanya kebetulan belaka ? Yang pasti kasus ini bukan isapan jempol belaka , karena memakan korban jiwa yang nyata . Namun syukurlah , sekarang kasus ini sudah tidak pernah tampak di kalangan masyarakat dan lenyap di seiring waktu . Namun yang pasti , masih terasa ketakutan masyarakat . Nah , coba deh kalau anda anak muda dibali (atau dimana saja) , pasti pernah menerima sms berantai dan anda merasa kesal serata langsung menghapusnya . Hati-hati ya , bisa saja itu adalah sms berantai yang sama dengan sms  yang sudah menewaskan banyak orang .
Kalau anda bertanya apa isi smsnya , saya tidak sanggup mejawabnya , karena seperti tadi sms tersebut selalu menghilang dari handphone korban , seperti seseorang menghapusnya .
Demikianlah cerita saya mengenai urban legend yang pernah saya dengar , semua anda bisa menikmati nya . Nget-inget coment ya kawan setelah membacanya ^0^/
Selamat Malam

sumber :
dari kuping ke kuping,  http://reject2301.wordpress.com/2008/05/13/sms-maut/,  beritabali.com
note : ini hanya urban legend, untuk kepastiannya silakan investigasi sendiri dan cari tahu sendiri, penulis hanya menyampaikan infonya saja

Hyaku Monogatari, Permainan Seratus Cerita Seram Iblis Baik Hati 5 09.39

Filename Hyaku Monogatari, Permainan Seratus Cerita Seram
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 09.39
Category
Action
Hyaku Monogatari (Hyaku=Seratus, Monogatari=Cerita) merupakan sebuah permainan mistis yang dilakukan pada saat musim panas oleh remaja di Jepang. Permainan ini sebenarnya adalah permainan kuno yang dimainkan pada jaman dahulu. Namun karena masyarakat Jepang terkenal menjaga kebudayaannya, maka permainan ini terkadang masih dilakukan meskipun dipercayai bahwa permainan ini dapat mengundang roh-roh halus dan dapat berakibat buruk juga pada pemainnya. Asal mula adanya permainan ini memang belum diketahui dengan jelas. Biasanya orang-orang memainkan permainan ini hanya untuk pembuktian ada atau tidaknya roh halus.

Cara bermainnya adalah para pemain menyiapkan seratus lilin (apabila tidak mencapai seratus pencerita juga tidak masalah) dan tiga buah ruangan yang saling terhubung yang membentuk huruf L (apabila dilihat dari atas). Lalu mereka duduk melingkar ditengah ruang pertama yang gelap gulita. Mereka meletakan lilin-lilin itu di dalam lingkaran. Secara bergiliran mereka menceritakan kejadian-kejadian menyeramkan, tidak hanya mengenai pengalaman mereka terhadap roh-roh halus, tetapi juga menceritakan mengenai legenda, mitologi Jepang, kutukan ataupun cerita rakyat. Apabila pencerita sudah selesai bercerita maka lilin yang ia pegang itu harus dimatikan. Setelah itu pencerita harus bejalan sendirian menuju ruangan ketiga. Di ruangan ketiga itu terdapat sebuah cermin yang diletakan di atas meja dan sebuah andon (lentera yang dibuat menggunakan kertas berwarna biru dan kayu) pencerita yang sudah selesai bercerita itu harus bercermin sambil memegang andon tersebut, setelah itu ia kembali ke ruang pertama. Peserta lain tidak perlu menunggu pencerita selesai bercermin, mereka boleh langsung melanjutkan cerita selanjutnya. Begitulah seterusnya hingga lilin terakhir dimatikan. Setelah permainan berakhir biasanya akan muncul roh-roh halus disekitar mereka.
Ada juga beberapa aturan di permainan tersebut, yaitu semua pemain harus menggunakan baju berwarna biru. Mereka juga tidak boleh membawa senjata tajam, meskipun pada jaman dahulu sering ada yang membawa senjata untuk melindungi diri dari roh halus. Selain itu, pernah ada sebuah pengalaman seorang pemain yang menceritakan sebuah kejadian yang palsu, dia berbohong pernah melihat sesosok roh, setelah pencerita terakhir mematikan lilinnya, sosok roh yang diceritakan itu muncul. Setelah permainan benar-benar selesai, pemain itu baru mengakui bahwa ia telah berbohong. Maka salah satu larangan dari permainan ini adalah, jangan berbohong.
Pada Hyaku Monogatari ini ada sesosok roh yang dipercayai selalu muncul diakhir cerita yaitu AoandonAoandon merupakan sesosok perempuan yang menggunakan baju berwarna biru (biasanya kimono biru), rambutnya panjang menjuntai, ada yang bilang Aoandon akan muncul membawa andon (lentera). Sebenarnya jika diperhatikan, Aoandon lebih menyerupai seorang nenek-nenek. tetapi karena ada yang melihat Aoandon sebagai seorang wanita muda (mirip seorang geisha berkimono biru) maka Aoandon hanya digambarkan sebagai seorang perempuan.
Namun pada jaman sekarang permainan ini memang sangat jarang dimainkan, berbeda dengan jaman dahulu. Selain karena persiapannya yang merepotkan, permainan ini juga dianggap membosankan karena harus mendengarkan seratus orang untuk bercerita. Tetapi dalam beberapa anime atau manga ditampilkan adegan saat mereka bermain Hyaku Monogatari salah satunya School Rumble. Permainan ini kini tidak hanya dimainkan di Jepang. Di Indonesia juga ada perkumpulan pecinta Jepang yang sudah memainkannya meskipun tidak benar-benar sama seperti cara bermain orang-orang Jepang di jaman dahulu.
Sumber  : http://blognyamanjp12.blogspot.com/2012/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Bertemu dengan Adik Kelas yang Sudah Meninggal Iblis Baik Hati 12 09.35

Filename Bertemu dengan Adik Kelas yang Sudah Meninggal
Publisher Iblis Baik Hati
Date and Time 09.35
Category
Action

Kisah ini terjadi pada akhir tahun 2011 yang lalu, bulannya apa aku lupa, mungkin sekitar september atau oktober. Waktu itu aku masih berstatus sebagai anak SMA. Kebetulan aku ambil sekolah akselerasi, yaitu sekolah percepatan yang hanya ditempuh dalam 2 tahun, yang normalnya SMA biasa 3 tahun.
Waktu itu adalah hari Sabtu, kelasku jam pertama pelajaran olahraga. Tapi saat itu guru olahragaku sedang ada halangan sehingga tidak bisa mengajar. Jadilah anak-anak di bebaskan mau main apa. Anak-anak segera menuju lapangan basket di komplek belakang. (Sekolahku ada 2 kompleks. Komplek depan adalah ruang tata usaha, aula, koperasi, ruang kesenian & musik, kelas bahasa & aksel, serta berbagai laboratorium. Sedangkan komplek belakang adalah Ruang guru, kelas-kelas reguler, kantin dan lapangan). Nah waktu itu aku tidak ikut anak-anak yang lain alias lebih milih bolos bersama beberapa temanku, lagian kami pikir kan gurunya juga tidak ada, hehehe..
Jadi disekolahku ada yang namanya mata pelajaran muatan lokal (mulok). Untuk kelasku (aksel) muloknya adalah bahasa Jawa, sedangkan untuk kelas reguler  adalah seni lukis batik/membatik. Kegiatan membatik ini memang biasanya dilaksanakan di halaman depan ruang kesenian yang berada di sebelah kelasku. Aku dan 3 orang temanku duduk di kursi depan kelasku liat anak-anak kelas 1 pada membatik, soalnya kelas kami kan tidak ada pelajaran itu, jadinya kami tertarik melihat anak-anak itu.
Waktu itu, aku perhatikan ada salah seorang anak perempuan yang memakai seragam putih-putih yang biasa dipakai hari Senin pada saat upacara bendera, padahal waktu itu hari Sabtu, yang seharusnya pakai seragam batik kelas masing-masing. Jelas penampilannya mencolok sekali dibandingkan anak-anak yang lain. Anak ini duduk membatik sendirian di dekat kolam ikan, agak berjauhan dengan teman-temannya yang lain. Duduknya pun arahnya membelakangi ku, jadi aku tidak tau seperti apa wajahnya.
Ketiga temanku akhirnya mengajak untuk pergi ke kantin saja karena bosan, tapi aku menyuruh mereka agar duluan saja karena aku belum lapar. Saat ketiga temanku sudah pergi, anak yang pakai seragam putih-putih itu lewat di depanku. Penampilan dan wajahnya biasa saja, tapi dia terbatik-batuk dan berjalan agak tergesa menuju WC di sebelah ruang guru aksel. Waktu dia melewatiku itu, aku lihat di seragamnya yang berwarna putih ada noda merah seperti darah, dia pun terus terbatuk-batuk. “Kenapa dek?” tanyaku padanya. Tapi dia tidak menjawab dan mempercepat langkah kemudian langsung masuk ke WC. Aku tidak terlalu memikirkannya, lalu kuputuskan menyusul teman-temanku yang lain ke kantin karena bosan.
Beberapa saat kemudian, aku dan teman-temanku sudah balik dari kantin. Kami duduk-duduk lagi di depan kelas sambil menunggu jam pelajaran olahraga habis. Kulihat anak perempuan tadi sudah ada di tempatnya semula sedang membatik. Karena merasa aneh dengan anak itu, akupun menanyakannya pada teman-temanku. “Eh itu anak perempuan yang pake seragam putih siapa sih? Dia kok…” Belum selesai aku berkata-kata, anak perempuan yang sedang kubicarakan itu tiba-tiba saja berdiri, dan menghadap ke arahku. Dia menatapku beberapa lama seolah-olah tau dirinya sedang dibicarakan. Aku kaget, soalnya tatapannya dingin dan aneh. Lalu tiba-tiba lagi, dia berlari dan masuk ke dalam ruang kesenian. Nah loh, maksudnya apa coba?
Karena penasaran, aku pun mendekati ruang kesenian. Teman-temanku bertanya aku mau ngapain, tapi aku diam saja. Aku mengintip lewat kaca yang ada di pintu ruang kesenian yang pintunya tertutup. Memang benar ada anak perempuan itu, dia sedang berdiri menatap lukisan yang ada di dinding ruangan itu. “Aneh banget sih ini anak. Bukannya diselesein itu batiknya, malah kayak orang ilang di ruang kesenian sendirian gitu.” Pikirku.
Aku lalu menghampiri Ningrum (bukan nama asli) yang sedang membatik di halaman juga. Dia ini salah satu teman kosku. Kupikir pasti dia tahu teman sekelasnya yang aneh itu. Lalu terjadilah percakapan kira-kira seperti ini..
Aku (A) : Ningrum, itu temenmu yang tadi pake seragam putih siapa sih namanya?
Ningrum (N) : Hah? Yang mana? Emang ada?
A : Ada, tadi dia mbatik di sana tuh. (Aku menunjuk arah dekat kolam, tapi peralatan batiknya sudah tidak ada. Nah, kaget jadinya -_- ) Pokoknya ada disitu deh tadi pokonya…. (Masih ngeyel)
N : Perasaan nggak ada deh mbak.. Emang yang anaknya kaya gimana?
A : Yang rambutnya di kucir satu, pake gelang warna-warni gitu di tangan kiri… Tadi waktu mau ke WC ada darah kayaknya di bajunya, sakit ato kenapa kali tuh anak…
N : (melongo) Beneran? (Ambar menarikku menjauh dari anak-anak lain) Mbak inget sama anak kelasku yang meninggal 2 minggu kemaren? Namanya Tia mbak… Masa iya sih yang mbak liat dia? Dia emang suka pake gelang warna-warni gitu. Rambutnya suka dikuncir, pake kuncir kuning bukan tadi mbak liatnya?
A : (giliran aku yang melongo, sambil gemeteran ini badan) iya bener..
Ningrum pun cerita, kalau anak yang namanya Tia itu meninggal 2 mingguan yang lalu, waktu itu hari Senin katanya pulang sekolah gusinya ada yang bengkak dan mengeluarkan darah, sebabnya gak tau kenapa. Darah itu keluar terus sampai beberapa lama. Menjelang sore hari badannya demam tinggi, sebelum di bawa berobat eh sudah meninggal duluan. Dan keadannya masih pakai seragam waktu itu. Inalillahi… Aku memang waktu itu mendengar tentang anak kelas 1 ada yang meninggal temannya si Ningrum ini, tapi aku gak tau orangnya yang mana.
“Ya ampun, terus tadi itu siapa dong? dia masuk loh ke ruang kesenian.” Kataku masih gemetaran. Karena penasaran, Ningrum mengajakku mengeceknya, tapi aku ragu-ragu karena takut. Ya sudah, aku ikut saja di belakangnya. Saat kami membuka pintu ruang kesenian dan mengintip ke dalam….. Kosong. Tidak ada siapa-siapa. Kami berdua masuk pelan-pelan. “Tadi dia ngeliatin lukisan di situ tuh” tunjukku ke salah satu sudut.
Kata Ningrum, itu memang lukisan si Tia, tugas kesenian seminggu sebelum kematiannya. Gambarnya sih tentang go green gitu lah.
“Tokek! Tokek!”
Kaget dengan suara tokek itu, aku dan Ningrum berhamburan keluar dari ruangan kesenian. Sampai di depan teman-temanku aku tidak memberitahukan pada mereka tentang apa yang barusan aku alami. Takutnya langsung pada heboh -_-
Setelah itu, aku menjalani rutinitas di kelas seperti biasa. Entah hanya perasaanku atau apa, seperti ada yang berdiri tepat di belakangku. Tapi aku tidak menghiraukan, tidak takut juga karena saat itu siang hari dan banyak teman-teman di sekelilingku.
Justru yang lumayan parah itu si Ningrum, malamnya sekitar jam 1 dia menggedor-gedor pintu kamarku (kamar kami bersebrangan). Ketika kubuka pintu, wajahnya pucat dan meminta untuk tidur bersamaku. Tapi karena tidak bisa tidur, dia mengajak untuk solat malam berdua. Setelah sholat, pikirannya sudah lumayan tenang. Dia pun menceritakan kalau saat tidur tadi dia bermimpi Tia datang padanya, wajahnya pucat, bibir mengeluarkan darah, bajunya kusam dan kucel seperti gelandangan. Dia menarik-narik tangan Ningrum sambil berkata, “Ningrum, Ningrum… temenin, aku kesepian, aku pengin sekolah lagi sama teman-teman…”
Aku merinding juga mendengarnya. Kami lalu mendoakan Tia, supaya dia tenang di alamnya. Kemudian kami tidur kembali. Esoknya pun hari berjalan normal dan tidak ada gangguan-gangguan apapun.

 

Copyleft: Cerita Horror © 2012 | Template Adapted from Vio B374K